Pada 153 tahun yang lalu, London meresmikan sebuah jam raksasa.
Bernama Big Ben, jam itu menjadi simbol kebanggaan ibukota Inggris.
Menurut The History Channel,
Big Ben ditempatkan di Menara St.Stephen setinggi lebih dari 97 meter.
Letaknya di kompleks Gedung Parlemen di Westminster dan persis di
pinggir Sungai Thames.
Pembangunan Big Ben berawal dari
pemugaran gedung parlemen yang hancur terbakar pada Oktober 1834.
Dulunya bangunan itu merupakan salah satu istana raja Inggris bernama
Palace of Westminster.
Pendirian Big Ben tak lepas dari peran
seorang astronom kerajaan bernama Sir George Airy. Dia ingin ada suatu
jam besar yang akurat, sesuai dengan perhitungan Royal Greenwich
Observatory.
Banyak pembuat jam saat itu yang bersikap sinis
dengan ambisi Airy. Namun, dia pantang menyerah dengan merekrut seorang
pengacara bernama Edmund Beckett Denison yang juga pakar horologi, atau
ilmu penghitungan waktu, untuk merancang pembangunan jam raksasa.
Desain
jam besar rancangan Denison dibuat oleh perusahaan E.J. Dent & Co.
dan selesai pada 1854. Lima tahun kemudian, 1859, Menara St. Stephen
selesai dibangun dan akhirnya dipasangi sebuah jam raksasa sebesar lebih
dari 13 ton, yang diderek dengan bantuan 16 ekor kuda.
Asal-usul nama Big Ben masih simpang siur. Ada yang menyebut nama
jam itu diambil dari nama panggilan seorang pejabat London yang terkenal
di masa itu, Sir Benjamin Hall.
Namun juga ada cerita bahwa nama jam itu terinspirasi dari seorang
petinju kelas berat terkenal di Inggris, Benjamin Caunt. Ini mengingat
bentuknya yang besar. Entah versi mana yang benar, hingga kini jam itu
masih berfungsi dan berdentang kencang di waktu-waktu tertentu.
No comments:
Post a Comment