1. Adele - Don't You Remember
2. Adele - Someone Like You
3. Bruno Mars - Talking To The Moon
4. Bruno Mars - It Will Rain
5. Bruno Mars - When I Was Your Man
6. Bruno Mars - Grenade
7. Christina Peri - Jar Of Heart
8. Frente - Bizzare Love Triangle
9. James Blunt - Goodbye My Lover
10. Lady Atebellum - Just a Kiss
11. Katy Perry - Not Like The Movies
12. Pink - Just Give Me a Reason
13. Pink - Nobody Knows
14. Taylor Swift - White Horse
15. Taylor Swift - Back To December
16. Taylor Swift - Speak Now
17. Christina Peri - A Thousand Years
18. The Script - The Man Who Can't Be Moved
itulah 18 lagu barat yang menurut saya paling galau, dan bisa mengena di hati para pendengar nya. maaf tidak bisa memberi link download dan penjelasan lengkap, untuk downloaad silahkan cari di google, terima kasih.
Berbagi Pengetahuan
Tuesday, October 29, 2013
"Nuclear Football", Pilihan terakhir sang Presiden
Pernah mendengar nuclear football, atau mungkin anda pernah melihat nya di film-film?, kali ini saya akan membahas tentang nuclear football ini. Nuclear football adalah koper atau briefcase yang berisis seperti komputer atau alat peluncur senjata nuklir portabel yang bisa dibawa kemana saja. Alat ini pertama kali mulai dipergunakan oleh presiden Amerika Serikat yaitu Dwight Eisenhower. Koper berwarna hitam ini secara resmi disebut sebagai President's Emergency Satchel atau bisa juga disebut The Button. Berat dari Nuclear Football ini sendiri sekitar 18kg. Di dalam Nuclear Football ini terdapat alat alat yang diperlukan presiden untuk memerintahkan dan mengkonfirmasi serangan nuklir saat negara nya terancam oleh serangan nuklir negara lain. Semuanya dibuat oleh National Security Agency, United States Strategic Command, dan United States National Security Council. Kopernya sendiri dibuat dari logam oleh Zero Halliburton, kemungkinan anti peluru, diselimuti oleh jaket kulit.


Tuesday, April 9, 2013
Tragedi Woyla (Pembajakan Pesawat DC-9)
Pada
tanggal 28 Maret 1981, lima orang teroris, yaitu Zulfikar, Mahrizal,
Wemdy, Abdullah Mulyono, Ali Yusuf dan Ma'ruf yang mengaku sebagai
kelompok Islam ekstermis “Komando Jihad” telah melakukan pembajakan di
dalam pesawat Garuda Indonesia DC-9 Woyla yang berisi 48 orang
penumpang. Pesawat tersebut terbang dari Jakarta pada pukul 08.00 WIB,
lalu transit ke Palembang, dan akan terbang lagi ke Medan dengan
perkiraan waktu tiba, yaitu 10.55 WIB.
Pembajakan mulai terjadi ketika pesawat yang dikemudikan oleh Kapten Herman Rante baru saja terbang dari Pelud Sipil Talang Betutu, Palembang setelah transit untuk menuju Bandara Polonia, Medan. Setelah lepas landas, dua penumpang bangkit dari tempat duduk mereka, satu menuju ke kokpit dan menodongkan senjata. Satu lagi berdiri di jalan antara tempat-duduk pesawat. Pada pukul 10.10, para pembajak yang memegang senjata api berhasil menguasai pesawat tersebut. Pembajak di kokpit memerintahkan pilot untuk terbang ke Kolombo, Sri Lanka, tetapi pilot berkata bahwa pesawat tersebut tidak memiliki cukup bahan bakar pesawat, dan kemudian pesawat dialihkan ke Penang, Malaysia, untuk pengisian bahan bakar dan terbang lagi ke Thailand atas paksaan teroris dan penerimaaan pemerintah Thailand untuk mengizinkan pesawat tersebut mendarat di wilayahnya.
Para pembajak menuntut agar para rekannya yang ditahan pasca Peristiwa Cicendo di Bandung, Jawa Barat, segera dibebaskan. Dalam Peristiwa Cicendo, 14 anggota Komando Jihad membunuh empat anggota polisi di Kosekta 65 pada 11 Maret 1981 dini hari. Setelah peristiwa itu, sejumlah anggota Komando Jihad ditahan dan terancam hukuman mati. Selain itu, para pembajak juga menuntut uang sebesar US$ 1,5 Juta dan sebuah pesawat untuk pembebasan tahanan serta untuk terbang ke suatu tempat yang dirahasiakan. Mereka juga mengancam bahwa pesawat tersebut telah dipasangi bom dan tidak segan-segan untuk meledakkannya.
Berita pertama pembajakan tersebut mulai diketahui pada pukul 10.18, saat Kapten Pilot A. Sapari dengan pesawat F28 Garuda yang baru tinggal landas dari Bandara Simpang Tiga, Pekan Baru mendengar panggilan radio dari Garuda Indonesia 206 (Woyla) yang berbunyi “..being hijacked, being hijacked”. Berita tersebut langsung diteruskan ke Jakarta, berita yang mengejutkan petugas keamanan karena pada saat bersamaan juga diadakan latihan gabungan yang melibatkan semua unsur pasukan tempur di Timor-Timur hingga Halmahera. Berita tersebut diterima Wakil Panglima ABRI Laksamana Sudomo yang masih berada di Jakarta. Sudomo langsung meneruskan berita tersebut kepada Kepala Pusat Intelijen Strategis Benny Moerdani pun langsung menghubungi Asrama Kopasandha (Sekarang Kopassus) dan diterima oleh Asisten Operasi Kopasandha Letkol Infanteri Sintong Panjaitan. Benny memberitahu tentang dibajaknya pesawat Garuda DC-9 yang masih belum jelas berapa pembajaknya, apa motif pembajakannya dan kemana tujuan pesawat tersebut.
Sementara itu, di Jakarta pada pukul 19.25, Kepala Bakin (sekarang BIN), Jenderal Yoga Sugomo berangkat ke Bangkok. Ia mendapat berita bahwa pembajak pesawat tersebut berjumlah lima orang. Mereka semua bisa berbicara Indonesia, memegang senjata api, granat, dan mungkin dinamit. Mereka menuntut dibebaskannya tahanan atas kasus peristiwa Cicendo yang dilakukan oleh komplotan Warman beserta Komando Jihad. Para tahanan diminta untuk diterbangkan keluar Indonesia dan tempatnya dirahasiakan serta dengan diberikan uang sebesar 1, 5 juta dolar AS. Jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi, maka lima orang pembajak tersebut akan meledakan pesawat beserta seluruh penumpangnya.
Sabtu, sekitar jam sepuluh malam, Kolonel Teddy Rusdi, Benny Moerdani dan Sudomo berhasil menemui Presiden Soeharto di Cendana. Mereka membicarakan langkah apa yang harus diambil untuk mengatasi masalah pembajakan tersebut. Kesimpulannya, pembajakan tersebut akan diselesaikan dengan melancarkan sebuah operasi militer dimana penanggung jawab operasi ini adalah Benny Moerdani.
Pada minggu malam, pemerintah Thailand memberikan izin bahwa pasukan anti terror Indonesia boleh mendarat Indonesia. Meskipun sebelumnya pemerintah Thailand bersikeras agar pasukan mereka yang mengatasi pembajakan tersebut. Para pasukan yang ditugaskan untuk melakukan operasi militer yang bertujuan membebaskan pesawat yang dibajak, terbang ke Thailand dengan menggunakan pesawat DC-10 dengan berkamuflase menjadi pesawat yang baru terbang dari Eropa. Benny memerintahkan agar serangan dimulai sebelum fajar. Ia juga meminta agar petugas Garuda di Don Muang menyiapkan 17 peti mati.
Pada pukul 02.45, serangan dimulai. Pintu didobrak oleh pasukan Kopasandha dan mereka pun langsung melepaskan tembakan ke arah para pembajak pesawat tersebut. Dengan serangan mendadak tersebut, akhirnya pesawat berhasil dikuasai oleh Kopasandha pada Selasa dini hari tanggal 31 Maret 1981.
Dalam operasi militer yang singkat tersebut, seluruh teroris berhasil ditembak. Tiga diantaranya langsung tewas dan dua sisanya terluka parah. Namun, Kapten Herman Rante, pilot pesawat DC 9 dan Achmad Kirang, anggota Kopasandha terluka parah akibat terkena tembakan para teroris. Satu hal yang cukup melegakan adalah bahwa tidak ada satu pun penumpang yang tewas.
Begitu pesawat berhasil dikuasai, Benny langsung menyambar mike dan langsung mengatakan kepada Jenderal Yoga Sugomo (Kepala BAKIN saat itu) bahwa pesawat telah berhasil dikuasai. Namun, Jenderal Yoga merasa kaget karena ia tidak mengira bahwa pesawat akan berhasil dikuasai secepat itu.
Pesawat Garuda DC 10 Sumatera yang mengangkut para pasukan anti teror Kopasandha meninggalkan bandara Don Muang, Thailand pada hari Selasa pukul 05.00 pagi. Dua pembajak yang luka parah dan sempat mengalami perawatan tim medis dari Kopasandha tidak berhasil diselamatkan dan akhirnya meninggal dunia. Kemudian kelima jenazah teroris tersebut ikut diterbangkan ke Jakarta pada pagi hari itu juga. Sementara itu, Achmad Kirang meninggal dunia di rumah sakit Bhumibhol, Bangkok. Lalu, enam hari setelah operasi pembebasan pesawat Woyla tersebut, Kapten Herman Rante juga meninggal dunia di Bangkok. Sekitar pukul 08.00 pagi, pesawat Garuda DC 10 Sumatera akhirnya tiba di Jakarta. Keberhasilan pasukan Kopasandha dalam mengatasi pembajakan tersebut sudah tersiar lewat siaran radio di Indonesia. Pasukan Kopasandha yang berhasil melakukan operasi pembebasan pesawat Woyla tersebut, telah menjadi embrio pasukan anti terror Kopassus yang dikenal dengan nama Sat 81 Gultor. Menurut salah satu anggota Kopasandha yang ikut dalam operasi pembebasan tersebut, kunci keberhasilan dari operasi tersebut adalah serangan dengan cara tiba-tiba. Menurutnya, negosiasi dengan para pembajak adalah nomor dua.
Itulah sepenggalan kisah pembajakan dan operasi pembebasan pesawat Garuda DC 9. Pembajakan tersebut merupakan yang pertama terjadi di Indonesia dan para pasukan anti terror Kopasandha boleh berbangga diri karena operasi pembebasan tersebut berhasil dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan sangat cepat sekali, yakni hanya dalam hitungan menit.
Sementara itu, Imran Muhammad bin Zein yang dianggap sebagai otak dari peristiwa Cicendo dan pembajakan tersebut akhirnya diadili di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan dijatuhi hukuman mati dengan tuntutan atas tindakan subversinya.
Pembajakan mulai terjadi ketika pesawat yang dikemudikan oleh Kapten Herman Rante baru saja terbang dari Pelud Sipil Talang Betutu, Palembang setelah transit untuk menuju Bandara Polonia, Medan. Setelah lepas landas, dua penumpang bangkit dari tempat duduk mereka, satu menuju ke kokpit dan menodongkan senjata. Satu lagi berdiri di jalan antara tempat-duduk pesawat. Pada pukul 10.10, para pembajak yang memegang senjata api berhasil menguasai pesawat tersebut. Pembajak di kokpit memerintahkan pilot untuk terbang ke Kolombo, Sri Lanka, tetapi pilot berkata bahwa pesawat tersebut tidak memiliki cukup bahan bakar pesawat, dan kemudian pesawat dialihkan ke Penang, Malaysia, untuk pengisian bahan bakar dan terbang lagi ke Thailand atas paksaan teroris dan penerimaaan pemerintah Thailand untuk mengizinkan pesawat tersebut mendarat di wilayahnya.
Para pembajak menuntut agar para rekannya yang ditahan pasca Peristiwa Cicendo di Bandung, Jawa Barat, segera dibebaskan. Dalam Peristiwa Cicendo, 14 anggota Komando Jihad membunuh empat anggota polisi di Kosekta 65 pada 11 Maret 1981 dini hari. Setelah peristiwa itu, sejumlah anggota Komando Jihad ditahan dan terancam hukuman mati. Selain itu, para pembajak juga menuntut uang sebesar US$ 1,5 Juta dan sebuah pesawat untuk pembebasan tahanan serta untuk terbang ke suatu tempat yang dirahasiakan. Mereka juga mengancam bahwa pesawat tersebut telah dipasangi bom dan tidak segan-segan untuk meledakkannya.
Berita pertama pembajakan tersebut mulai diketahui pada pukul 10.18, saat Kapten Pilot A. Sapari dengan pesawat F28 Garuda yang baru tinggal landas dari Bandara Simpang Tiga, Pekan Baru mendengar panggilan radio dari Garuda Indonesia 206 (Woyla) yang berbunyi “..being hijacked, being hijacked”. Berita tersebut langsung diteruskan ke Jakarta, berita yang mengejutkan petugas keamanan karena pada saat bersamaan juga diadakan latihan gabungan yang melibatkan semua unsur pasukan tempur di Timor-Timur hingga Halmahera. Berita tersebut diterima Wakil Panglima ABRI Laksamana Sudomo yang masih berada di Jakarta. Sudomo langsung meneruskan berita tersebut kepada Kepala Pusat Intelijen Strategis Benny Moerdani pun langsung menghubungi Asrama Kopasandha (Sekarang Kopassus) dan diterima oleh Asisten Operasi Kopasandha Letkol Infanteri Sintong Panjaitan. Benny memberitahu tentang dibajaknya pesawat Garuda DC-9 yang masih belum jelas berapa pembajaknya, apa motif pembajakannya dan kemana tujuan pesawat tersebut.
Sementara itu, di Jakarta pada pukul 19.25, Kepala Bakin (sekarang BIN), Jenderal Yoga Sugomo berangkat ke Bangkok. Ia mendapat berita bahwa pembajak pesawat tersebut berjumlah lima orang. Mereka semua bisa berbicara Indonesia, memegang senjata api, granat, dan mungkin dinamit. Mereka menuntut dibebaskannya tahanan atas kasus peristiwa Cicendo yang dilakukan oleh komplotan Warman beserta Komando Jihad. Para tahanan diminta untuk diterbangkan keluar Indonesia dan tempatnya dirahasiakan serta dengan diberikan uang sebesar 1, 5 juta dolar AS. Jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi, maka lima orang pembajak tersebut akan meledakan pesawat beserta seluruh penumpangnya.
Sabtu, sekitar jam sepuluh malam, Kolonel Teddy Rusdi, Benny Moerdani dan Sudomo berhasil menemui Presiden Soeharto di Cendana. Mereka membicarakan langkah apa yang harus diambil untuk mengatasi masalah pembajakan tersebut. Kesimpulannya, pembajakan tersebut akan diselesaikan dengan melancarkan sebuah operasi militer dimana penanggung jawab operasi ini adalah Benny Moerdani.
Pada minggu malam, pemerintah Thailand memberikan izin bahwa pasukan anti terror Indonesia boleh mendarat Indonesia. Meskipun sebelumnya pemerintah Thailand bersikeras agar pasukan mereka yang mengatasi pembajakan tersebut. Para pasukan yang ditugaskan untuk melakukan operasi militer yang bertujuan membebaskan pesawat yang dibajak, terbang ke Thailand dengan menggunakan pesawat DC-10 dengan berkamuflase menjadi pesawat yang baru terbang dari Eropa. Benny memerintahkan agar serangan dimulai sebelum fajar. Ia juga meminta agar petugas Garuda di Don Muang menyiapkan 17 peti mati.
Pada pukul 02.45, serangan dimulai. Pintu didobrak oleh pasukan Kopasandha dan mereka pun langsung melepaskan tembakan ke arah para pembajak pesawat tersebut. Dengan serangan mendadak tersebut, akhirnya pesawat berhasil dikuasai oleh Kopasandha pada Selasa dini hari tanggal 31 Maret 1981.
Dalam operasi militer yang singkat tersebut, seluruh teroris berhasil ditembak. Tiga diantaranya langsung tewas dan dua sisanya terluka parah. Namun, Kapten Herman Rante, pilot pesawat DC 9 dan Achmad Kirang, anggota Kopasandha terluka parah akibat terkena tembakan para teroris. Satu hal yang cukup melegakan adalah bahwa tidak ada satu pun penumpang yang tewas.
Begitu pesawat berhasil dikuasai, Benny langsung menyambar mike dan langsung mengatakan kepada Jenderal Yoga Sugomo (Kepala BAKIN saat itu) bahwa pesawat telah berhasil dikuasai. Namun, Jenderal Yoga merasa kaget karena ia tidak mengira bahwa pesawat akan berhasil dikuasai secepat itu.
Pesawat Garuda DC 10 Sumatera yang mengangkut para pasukan anti teror Kopasandha meninggalkan bandara Don Muang, Thailand pada hari Selasa pukul 05.00 pagi. Dua pembajak yang luka parah dan sempat mengalami perawatan tim medis dari Kopasandha tidak berhasil diselamatkan dan akhirnya meninggal dunia. Kemudian kelima jenazah teroris tersebut ikut diterbangkan ke Jakarta pada pagi hari itu juga. Sementara itu, Achmad Kirang meninggal dunia di rumah sakit Bhumibhol, Bangkok. Lalu, enam hari setelah operasi pembebasan pesawat Woyla tersebut, Kapten Herman Rante juga meninggal dunia di Bangkok. Sekitar pukul 08.00 pagi, pesawat Garuda DC 10 Sumatera akhirnya tiba di Jakarta. Keberhasilan pasukan Kopasandha dalam mengatasi pembajakan tersebut sudah tersiar lewat siaran radio di Indonesia. Pasukan Kopasandha yang berhasil melakukan operasi pembebasan pesawat Woyla tersebut, telah menjadi embrio pasukan anti terror Kopassus yang dikenal dengan nama Sat 81 Gultor. Menurut salah satu anggota Kopasandha yang ikut dalam operasi pembebasan tersebut, kunci keberhasilan dari operasi tersebut adalah serangan dengan cara tiba-tiba. Menurutnya, negosiasi dengan para pembajak adalah nomor dua.
Itulah sepenggalan kisah pembajakan dan operasi pembebasan pesawat Garuda DC 9. Pembajakan tersebut merupakan yang pertama terjadi di Indonesia dan para pasukan anti terror Kopasandha boleh berbangga diri karena operasi pembebasan tersebut berhasil dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan sangat cepat sekali, yakni hanya dalam hitungan menit.
Sementara itu, Imran Muhammad bin Zein yang dianggap sebagai otak dari peristiwa Cicendo dan pembajakan tersebut akhirnya diadili di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan dijatuhi hukuman mati dengan tuntutan atas tindakan subversinya.
Friday, February 22, 2013
10 Fakta Menarik Tentang James Bond
LOS ANGELES – James Bond bisa dibilang mata-mata paling
terkenal di seluruh dunia. Semua orang tahu agen 007 ini senang minum
"dikocok, bukan diaduk", memiliki mobil cepat, kekasih yang cantik, dan
pilihan senjata dengan gadget yang hanya tinggal sentuh.Film James Bond teranyar, Skyfall, juga siap meramaikan bioskop-bioskop di seluruh dunia.
Berikut 10 fakta menarik tentang James Bond, dilansir dari Digitalspy:
1. James Bond lahir di Jerman. Ayahnya Andrew Bond berasal dari Skotlandia, dan ibunya, Monique Delacroix, berasal dari Swiss. Mereka tewas dalam kecelakaan saat mendaki gunung di Aiguilles Rouges, ketika Bond berusia 11 tahun. Menjadi yatim piatu, Bond pergi untuk tinggal bersama bibinya, Miss Charmin Bond, di sebuah desa bernama Pett Bottom.
2. James Bond bergabung dengan Departemen Pertahanan dan menjadi cadangan komandan Royal Naval. Kemudian, dia melamar kepada M untuk posisi Secret Service, dan naik ke posisi pejabat utama atau dikenal dengan kode 007.
3. James Bond merokok rata-rata 60 batang sehari. Dia memiliki jenis andalan buatan Morland dari Grosvenor Street, dicampur Balkan dan tembakau Turki dengan nikotin yang lebih tinggi daripada rokok biasa. Pita emas tiga pak per filter menandakan pangkatnya di Royal Navy.
4. Bond memiliki minuman sendiri, "dry Martini", disiapkan dengan "dikocok, bukan diaduk". Minuman ciptaan sendiri, Vesper, disajikan dalam gelas sampanye yang dalam. Termasuk tiga ukuran Gordon, salah satu vodka dan setengah ukuran KIna Lillet. Minuman ini harus terkocok sampai es dingin, dan disajikan dengan irisan tipis lemon.
5. Saat tidak berkeliaran di seluruh dunia dengan wanita cantik, Bond tinggal di sebuah flat di King Road, Chelsea. Ketika dia pergi, tempat tinggalnya itu akan dihuni pembantu, wanita Skotlandia tua bernama May.
6. Bond memiliki catatan yang mengesankan dengan wanita. Saat ini, dia sudah berhasil menaklukkan 52 wanita. Sekitar tiga perempat wanita telah mencoba membunuhnya.
7. James Bond telah menikah sekali dengan Teresa "Tracy" di Vincenzo. Kisah bahagia mereka berakhir saat Tracy dibunuh di jari pernikahan mereka saat penjahat Ernst Stavro Blofeld membunuhnya untuk membalas dendam kepada Bond.
8. Dengan "Blonde Bond" Daniel Craig yang memegang gelar 007. Kalian mungkin akan terkejut dengan banyaknya aktor yang telah mengambil peran. Rooger Moore (yang memegang rekor memainkan peran Bond selama tujuh kali), Sean Connery, George Lazenby, Perce Brosnan, Christopher Cazenove, Barry Nelson, Timothy Dalton, David Niven, dan Holness. Holness berpera sebagai Bond pada tahun 1956, film yang diadaptasi radio Moonraker, Afrika Selatan.
9. Terkenal dengan hal-hal yang terbaik dalam hidup, James Bond memiliki mobil yang sama terkenalnya dengan dirinya. Mungkin mobil yang paling berkesan dari Bond adalah Aston Martin DB5.
Dia memiliki gadget yang mengesankan, termasuk sebuah mercusuar merpati di dashboard, sebuah slasher ban pada dop belakangnya, jendela antipeluru, dan senapan mesin di plat depan dan berguna secara otomatis diputar agar sesuai peraturan internasional. Dia juga memiliki gadget utama, sebuah kursi ejektor untuk sisi penumpang jika Anda butuh cepat menyingkirkan urusan yang tidak diinginkan.
10. Bond telah membunuh 352 orang. Saat Pierce Brosnan menjadi Bond, merupakan agen paling mematikan yang pernah ada. Dia membunuh 47 orang seorang diri di GoldenEye.
Biaya yang Dibutuhkan Jika Ingin Menjadi Iron Man
Iron Man dan Batman tidak benar - benar memiliki kekuatan super, tapi kekuatan super mereka berasal dari teknologi canggih yang mereka miliki. Tony Stark sebagai Iron Man sendiri diperkirakan memiliki kekayaan sekitar $9.300.000.000, yang sebagian besar berasal dari Stark Industries.
Beberapa kekayaan lainnya berasal dari warisan ayahnya yaitu Howard Stark. Stark Industries sendiri adalah kontraktor bidang pertahanan fiksi yang mengembangkan senjata dengan teknologi canggih di bidang militer. Jadi berapa banyak uang yang dibutuhkan Marvel Comics untuk menjadikan Tony sebagai superhero?
Jadi biaya yang dibutuhkan untuk menjadi seorang Iron Man adalah sebesar
$ 1.612.717.000.
Wednesday, August 15, 2012
10 Tradisi Lebaran di Indonesia
1. Tradisi Mudik – Mudik adalah salah satu tradisi paling utama dalam
Lebaran di Indonesia, sekalian dengan mengunjungi sanak keluarga
bersilahturahi sekaligus meminta tuntunan doa pada Orang tua.
2. Tradisi Halal Bi Halal – Tradisi saling maaf memaafkan antara satu muslim dengan muslim lainnya (biasanya di lakukan di bulan Syawal sesudah Bulan Romadhon/bulan Puasa)
3. Takbir Keliling (Meng-agungkan nama Allah SWT dan mengakui kebesaran Allah Swt.) dengan berpawai atau mengadakan arak-arakan sambil bertakbir [biasanya di lakukan dengan berkeliling kota], takbir keliling biasa dilakukan sebelum dan sesudah lebaran.
4. Rampag Bedug (menabuh bedug atau bunyi-bunyian yang berasal dari Bedug di lakukan berjamaah – bersama sama sehingga menghasilkan suara yang menghentak dan membangkitkan semangat dan biasanya di barengi dengan takbir di Masjid atau Mushola)
5. Adanya hidangan Ketupat Lebaran dan Opor Ayam (biasanya setelah Sholat Idul Fitri maka sepulang Sholat Idul Fitri kita akan banyak menemui di rumah rumah hidangan ketupat lebaran) hidangan ini akan semakin maknyuss apabila disajikan dengan sayur godok [campuran pepaya muda di potong kecil-kecil, tempe di potong dadu, kacang panjang di potong kecil kecil dan diberi kuah santan] atau disajikan dengan sayur opor ayam, rendang/semur + kerupuk.
6. Saling mengirim makanan dalam wadah rantangan antara tetangga satu dengan tetangga lainnya (sebagai wujud saling terjalin-nya persaudaraan antara tetangga satu dengan tetangga lainnya).
7. Tunjangan Hari Raya (THR) – biasanya di berikan kepada anak anak kecil, ketika bersilaturahmi (halal bi halal) dengan tetangga atau saudaranya. – dan biasanya juga di lakukan oleh perusahaan dengan memberikan tunjangan tersebut kepada karyawannya yang merayakan Hari Raya Idul Fitri (pelaksanaan dan tata caranya sudah di atur oleh pemerintah).
8. Baju Baru – merupakan simbolik kemenangan atas kembalinya hati menjadi fitri (bersih) kembali dan telah terleburnya semua dosa dosa seperti bayi yang baru di lahirkan.
9. Ziarah Kubur – Merupakan tradisi yang mengakar kuat di masyarakat selepas Sholat Idul Fitri – menggunakan moment di hari yang fitri untuk pergi ke makam [berziarah kubur] mendoakan para leluhur dan keluarga yang telah wafat.
10.Menyalakan Mercon/Petasan dan Meriam Bambu, di Indonesia tradisi ini sering dilakukan bersamaan saatnya Takbiran Menjelang Lebaran tiba, banyak yang melakukannya namun dengan berbagai alat, bukan hanya bambu dan sejenisnya
2. Tradisi Halal Bi Halal – Tradisi saling maaf memaafkan antara satu muslim dengan muslim lainnya (biasanya di lakukan di bulan Syawal sesudah Bulan Romadhon/bulan Puasa)
3. Takbir Keliling (Meng-agungkan nama Allah SWT dan mengakui kebesaran Allah Swt.) dengan berpawai atau mengadakan arak-arakan sambil bertakbir [biasanya di lakukan dengan berkeliling kota], takbir keliling biasa dilakukan sebelum dan sesudah lebaran.
4. Rampag Bedug (menabuh bedug atau bunyi-bunyian yang berasal dari Bedug di lakukan berjamaah – bersama sama sehingga menghasilkan suara yang menghentak dan membangkitkan semangat dan biasanya di barengi dengan takbir di Masjid atau Mushola)
5. Adanya hidangan Ketupat Lebaran dan Opor Ayam (biasanya setelah Sholat Idul Fitri maka sepulang Sholat Idul Fitri kita akan banyak menemui di rumah rumah hidangan ketupat lebaran) hidangan ini akan semakin maknyuss apabila disajikan dengan sayur godok [campuran pepaya muda di potong kecil-kecil, tempe di potong dadu, kacang panjang di potong kecil kecil dan diberi kuah santan] atau disajikan dengan sayur opor ayam, rendang/semur + kerupuk.
6. Saling mengirim makanan dalam wadah rantangan antara tetangga satu dengan tetangga lainnya (sebagai wujud saling terjalin-nya persaudaraan antara tetangga satu dengan tetangga lainnya).
7. Tunjangan Hari Raya (THR) – biasanya di berikan kepada anak anak kecil, ketika bersilaturahmi (halal bi halal) dengan tetangga atau saudaranya. – dan biasanya juga di lakukan oleh perusahaan dengan memberikan tunjangan tersebut kepada karyawannya yang merayakan Hari Raya Idul Fitri (pelaksanaan dan tata caranya sudah di atur oleh pemerintah).
8. Baju Baru – merupakan simbolik kemenangan atas kembalinya hati menjadi fitri (bersih) kembali dan telah terleburnya semua dosa dosa seperti bayi yang baru di lahirkan.
9. Ziarah Kubur – Merupakan tradisi yang mengakar kuat di masyarakat selepas Sholat Idul Fitri – menggunakan moment di hari yang fitri untuk pergi ke makam [berziarah kubur] mendoakan para leluhur dan keluarga yang telah wafat.
10.Menyalakan Mercon/Petasan dan Meriam Bambu, di Indonesia tradisi ini sering dilakukan bersamaan saatnya Takbiran Menjelang Lebaran tiba, banyak yang melakukannya namun dengan berbagai alat, bukan hanya bambu dan sejenisnya
Asal Usul Mudik
Mudik merupakan kegiatan perantau untuk kembali ke kampung
halamannya. Mudik di Indonesia identik dengan tradisi tahunan yang
terjadi menjelang hari raya besar keagamaan misalnya menjelang Lebaran.
Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Jawa,
Mudik boleh dikatakan sebuah tradisi yang mutlak harus dilaksanakan.
Pada saat itulah ada kesempatan untuk berkumpul dengan sanak saudara
yang tersebar di perantauan, selain tentunya juga sowan dengan orang
tua. Mudik diambil dari kata "udik" yang berati kampung atau jauh dari kota. Entah sejak kapan tradisi mudik (pulang kampung) di indonesia dimulai. Namun, merujuk pada kajian budayawan, mudik merupakan tradisi primordial masyarakat petani Jawa yang sudah mengenal tradisi ini jauh sebelum berdiri Kerajaan Majapahit untuk membersihkan pekuburan dan doa bersama kepada dewa-dewa di kahyangan untuk memohon keselamatan kampung halamannya yang rutin dilakukan sekali dalam setahun. Hingga kini kebiasaan membersihkan dan berdoa bersama di pekuburan sanak keluarga sewaktu pulang kampung masih banyak ditemukan di daerah Jawa.
Budaya mudik adalah suatu nilai sosial positif bagi masyarakat Indonesia, karena dengan mudik berarti masyarakat masih menjunjung nilai silaturahmi antara keluarga. Acara mudik khususnya menjelang lebaran bukan hanya menjadi milik umat muslim yang akan merayakan idul fitri bersama keluarga, namun telah menjadi milik "masyarakat indonesia" seluruhnya. Karena pada dasarnya bersilaturahmi adalah hakikat dari kehidupan manusia sebagai makhluk sosial.
Selain untuk bersilaturahmi, mudik juga digunakan sebagai momen untuk menunjukkan sebuah eksistensi para pemudik kepada orang lain. Dengan bertemu sanak keluarga, mereka bisa menunjukkan sampai sejauh mana hasil jerih payah mencapai taraf hidup di perantauan. Para perantau rela menghamburkan tabungannya, jerih payahnya selama di rantau untuk menunjukkan "keberhasilan" kepada keluarga dan tetangga.
Sebenarnya pulang kampung bukan hanya terdapat di Indonesia, di masyarakat eropa atau Amerika pun, mereka memiliki tradisi berkumpul makan bersama keluarga besar di malam natal. Meskipun mobilisasi yang ada tak semassal "pulang kampung" di Indonesia.
Subscribe to:
Posts (Atom)
