Sejarah
sepatu dimulai hampir bersamaan dengan sejarah peradaban manusia.
Luciana Boccard dalam bukunya Party Shoes (1993) menjelaskan bahwa
manusia sudah memakai sepatu dari kulit yang lembut sejak seribu tahun
sebelum Masehi.
Hal
itu membuat berbagai kisah legenda masyarakat dari berbagai budaya
tentang sepatu bermunculan. Sebut saja cerita Kucing Bersepatu Lars dan
Cinderella yang bisa menikah dengan sang pangeran ‘gara-gara’ sepatu
kacanya. Atau ragam kisah budaya seperti di China, saat Dinasti Song
(960 M) berkuasa, ada kebiasaan untuk mengikat kaki bayi perempuan
dengan sepatu khusus sehingga ketika dewasa nanti diharapakan kaki sang
wanita seperti kuncup bunga lotus.
Sementara
umat Kristiani di Amerika dan Eropa sampai sekarang memiliki kebiasaan
untuk meletakkan sepatu di depan pintu atau di dekat perapian pada malam
Natal yang kemudian berubah jadi menggantungkan kaos kaki. Demikian
juga pada saat kekuasaan Dinasti Tudor abad ke-15 di Inggris, penilaian
orang terhadap sepatu begitu tinggi sehingga bisa menandakan status
sosial seseorang.
Sepatu
pertama sebenarnya mulai diciptakan sekitar tahun 1600-1200 SM di
Mesopotamia. Sepatu pada saat itu digunakan penduduk yang tinggal di
daerah pegunungan di perbatasan Iran. Tentu saja sepatu pertama ini
mempunyai bentuk yang sederhana, serupa alas kaki yang dipakai suku
Indian. Perkembangan sepatu yang lebih modis mulai diketemukan di
kebudayaan Mesir.
Pada
saat itu ratu Mesir Nefertiti dan Cleopatra sudah memakai sandal yang
diukir dan diberi perhiasan. Kemudian abad peperangan yang melanda
peradaban manusia pada saat itu membuat sepatu tidak hanya terbuat dari
kulit, tetapi juga dari kain sutra, kertas kaca, tali rafia, tali rami
dan sebagainya.
No comments:
Post a Comment